Senin, 07 November 2011

Penangkaran Lovebird

Kalau kita mau menangkarkan /ternak Lovebird kita harus memperhatikan dan mempersiapkan hal-hal sebagai berikut:


PERLENGKAPAN PENANGKARAN LOVEBIRD
Sebelum kita memulai penagkaran lovebird kita harus menyiapkan beberapa perlengkapan penangkaran.
Perlengkapan penangkaran untuk lovebird terdiri dari :
a.Kandang Penangkaran
b.Kayu tangkringan
c.Perlengkapan tempat makan dan minum
d.Kotak Sarang
e.Bahan sarang
Yang penting adalah perlengkapan harus bersih dari semua zat kimia yang membahayakan lovebird.

A. Kandang Penangkaran.
Ukuran yang ideal adalah 50 x 50 x 50 cm, terbuat dari aluminium atau besi. Yang terpenting tidak mudah dirusak oleh lovebird. Ukuran lebih besar tentunya akan lebih baik. Burung lebih leluasa bergerak dan terbang. Namun adakalanya burung menjadi tidak fokus dan cenderung bermain. Maksimum untuk ukuran kandang penangkaran adalah 80 x 50 x 50 cm. Ukuran Kandang juga dapat disesuaikan dengan lahan tempat kita akan menangkarkan lovebird.
B. Kayu Tangkringan
Kayu tangkringan adalah bagian yang sering diabaikan oleh para peternak Lovebird. Kayu tangkringan yang tidak sesuai dan kurang baik, bisa mengakibatkan jantan tidak dapat membuahi dengan baik, karena betina kurang nyaman dengan tangkringannya.
Adakalanya kuku pada jari-jari kaki lovebird tidak lengkap, atau putus. Biasanya tidak akan tumbuh lagi, kekurangan ini haruslah dibantu dengan lekukan di kayu tangkringan agar tercengkeram dengan baik bagi si betina. Sebaliknya si jantan yang kukunya tidak sempurna, mengandalkan keseimbangan si betina tadi untuk proses perkawinan.
Kayu asem dengan diameter 2 – 2,5 cm adalah ukuran yang sangat ideal untuk Lovebird. Struktur kayu asem yang kasar dan tidak rata, justru membantu si betina untuk menggenggam lebih baik saat dikawini si jantan.
C. Perlengkapan tempat makan dan minum.
Tempat makan dan minum dapat diperoleh dengan mudah di pasar-pasar burung. Kebersihan tempat makan dan minum sangat penting bagi kesehatan lovebird. Ganti pakan dan bersihkan tempat minum setiap hari, dari lendir atau lumut yang menempel di tempat minum.
D. Kotak Sarang.
Sebuah kotak sarang harus memiliki beberapa syarat untuk berhasilnya penangkaran. Beberapa kondisi yang ideal untuk kotak sarang lovebird adalah:
1. Tidak terlalu kecil.
Idelanya kotak sarang berukuran 20 x 20 x 20 cm, ukuran boleh lebih
besar sedkiti, asal disesuaikan dengan ukuran kandang penangkaran.
2. Terdiri 2 tingkat.
Satu tingkat dengan sebuah lubang untuk keluar masuknya lovebird, dan
satu tingkat di bawah untuk sarang dan telur yang akan dierami lovebird.
3. Bersih dari zat kimia.
Jika kotak sarang terbuat dari triplek, sebaiknya direndam di air selama
lebih kurang 2 hari, dan dijemur hingga kering. Triplek mengandung zat
kimia yang bisa membuat telur terkontaminasi dan menjadi rusak. Selain itu
bau yang ditimbulkan juga dapat membuat Lovebird tidak kerasan berlama
lama didalam kotak sarang. Bila terbuat dari jenis papan, pastikan papan
tersebut bersih dan tidak mengandung zat berbahaya.
4. Ketebalan.
Tebal papan untuk kotak sarang sebaiknya berkisar antara 15 – 20 mm.
Papan yang tipis akan mudah dibolongi oleh lovebird,
5. Letak kotak sarang.
Dapat diletakkan di dalam kandang, jika berada diluar harus memperhatikan
faktor keamanan dari gangguan binatang seperti tikus.
E. Bahan Sarang.
Kebiasaan setiap penangkar berbeda-beda, tetapi intinya sama. Fungsi sarang adalah sebagai tempat dimana telur dierami. Yang harus kita ingat adalah bahwa telur Lovebird memerlukan tingkat kelembaban yang tinggi untuk dapat menetas (tingkat kelembaban harus diatas 60%). Selain bisa disiasati dengan membuat kolam air disekitar kandang untuk meningkatkan kelembaban, pemilihan bahan sarang yang tepat juga bisa ikut membantu meningkatkan kelembaban.
Serbuk gergaji.
Digunakan sebagai alas atau dasar kotak sarang, dengan ketebalan 1 – 2 cm. Sebuk gergaji memiliki kelebihan yaitu menjaga kestabilan suhu dalam kotak. Tidak terlalu panas di musim kemarau, dan tidak terlalu dingin di musim hujan. Menggunakan serbuk gergaji yang perlu diperhati-kan adalah kebersihannya. Tidak mengandung zat kimia yang berbahaya bagi telur dan burung. Bersihkan dengan merendamnya dalam air, lalu dijemur sampai kering. Kemudian masukkan ke dalam kotak sarang sebagai alasnya.
Kulit jagung
Kulit jagung mudah didapatkan, karena lovebird yang diberikan makanan jagung dapat sekaligus dimanfaatkan kulitnya untuk bahan sarang. Masukkan kulit jagung ke dalam kandang. Dengan sendirinya Lovebird akan mengambil kulit jagung tersbut dan akan dibawa ke dalam kotak sarangnya. Kulit jagung mengandung air, dan dapat menjaga kelembaban selama beberapa minggu di dalam kotak. Lovebird jenis Personata dan Fischeri adalah tipe burung yang rajin membuat sarang. Amati tingkah laku pasangan lovebird anda, mereka akan sibuk membawa kulit jagung kedalam kotak sarangnya.
Daun
Jenis daun yang bisa digunakan untuk bahan sarang adalah dari tumbuhan jenis palem. Pemberiannya sama seperti pembahasan “kulit jagung”.
MEMULAI PERJODOHAN
Cara paling mudah dan cepat untuk menjodohkan lovebird adalah menjodohkan dari anakan/muda. Dengan Cara mengumbarkan beberapa ekor lovebird dalam satu kandang, rawatlah dengan baik, dan berikan makanan yang bergizi dan bersih.
Pada saat mencapai usia 9 bulan, perhatikan gerak-gerik burung lovebird yang diumbar tersebut. Satu hal yang pasti burung akan mulai birahi dan terlihat gerakan-gerakan seperti saling bercumbu dan lovebird jantan biasanya mulai belajar kawin dengan cara menaiki punggung pasangannya. Pantau dan amati pasangan tersebut. Jika kejadian tersebut  berlanjut sanpai beberapa hari, segera pisahkan pasangan itu dari kelompoknya, dan tempatkan dalam satu kandang. Gunakan kandang battery yang mudah dipindahkan. Jemur dan mandikan di pagi hari ( sesuaikan dengan keadaan cuaca ). Berikan waktu untuk penyesuaian bagi pasangan lovebird tersebut. Waktu yang dibutuhkan biasanya adalah sekitar 3 minggu sampai 6 minggu untuk memastikan bahwa pasangan tersebut sudah jodoh dan siap untuk ditangkar.
PERHATIAN: Jangan masukkan kotak sarang ( Glodok ) terlalu dini ke dalam kandang penangkaran. Glodok yang terlalu cepat dimasukkan akan membuat pasangan itu sibuk dengan glodoknya, karena dianggap sebagai mainan. Akibatnya burung akan sibuk dengan kotak itu, sehingga dapat menghilangkan rasa birahi pasangan itu.
A. Siap Ditangkarkan
Usia yang terbaik untuk breeding/ternak Lovebird adalah yang berusia sekitar 1 tahun. Namun ada juga jika perawatan intensif usia 10 bulan sudah menunjukkan ciri-ciri mau bertelur pada si betina dan birahi mau kawin pada si jantan. Pasangan yang sudah dipisahkan, diamati gerak-geriknya. Kalau terlihat pasangan itu kawin dengan sempurna, dalam arti ritual kawin itu berjalan cukup lama, dan si jantan tidak jatuh dari punggung si betina, berarti pasangan tersebut sudah siap untuk melakukan reproduksi. Siapkan kandang penangkaran lengkap dengan kotak sarang didalamnya. Masukkan pasangan itu dan tunggulah pasangan itu sampai bertelur.
Pasangan lovebird yang sudah ada di kandang penangkaran, akan segera membuat sarang di kotak sarangnya. Usahakan didalam kotak tersebut sudah tersedia bahan serutan kayu setinggi 1 – 2 cm sebagai alas sarang. Lalu berikan kulit jagung muda atau potongan kayu yang diletakkan dalam kandang. Lovebird betina akan aktif sekali mengambil kulit jagung atau potongan kayu yang dirobek-robek dengan paruhnya lalu dibawa masuk ke dalam kotak sarangnya. Pejantan yang baik akan rajin menolong si betina. Disini dapat disimpulkan apakah nantinya si jantan akan bertindak sebagai bapak yang baik dan rajin meloloh pasangan dan anaknya.
B. Ritual Kawin.
Pasangan lovebird yang mau kawin sangatlah menarik untuk diperhatikan. Gaya dan gerak-gerik ritual kawin lovebird sangat mengagumkan. Cobalah perhatikan sendiri. Sesuai dengan namanya “LOVEBIRD”. Love = cinta adalah julukan yang menempel pada burung ini. Bayangkan apalagi ritual kawin mereka.
Pejantan akan memulai dengan gerakan yang memadukan gerakan tubuh dan kaki. Pejantan mencumbui si betina dengan menyuapinya. Terlihat seperti pasangan yang sedang berciuman. Semakin sering pejantan menyuapi, si betina segera akan mengembang-kan kedua sayapnya seolah-olah meyambut mempelai prianya. Lalu perkawinan pun segera berlangsung dalam durasi waktu yang cukup lama. Burung biasa, proses kawinnya akan sangat cepat. Tetapi pasangan lovebird sangat beda, mereka menikmati sekali hingga mencapai tahap orgasme baik jantan dan betinanya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar